Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Saham AI dan Chip Asia Berguguran, Bos Teknologi Serukan Pengembangan AI Diperlambat

Senin, 14 September 2026 | 21:58 WIB Last Updated 2026-09-16T02:00:50Z

 

Ilustrasi AI (foto: meng.uic.edu)

Jakarta (Kliiknews.com) - Saham perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mengalami tekanan pada awal perdagangan bursa Asia, Senin (14/9/2026). Pelemahan terjadi setelah sejumlah pimpinan perusahaan AI terkemuka menyerukan agar pengembangan teknologi AI dilakukan lebih hati-hati demi mengantisipasi risiko keamanan.


CEO Anthropic, Dario Amodei, sebelumnya meminta perusahaan-perusahaan AI mempertimbangkan perlambatan dalam meningkatkan kemampuan model mereka. Kekhawatiran tersebut berkaitan dengan potensi penyalahgunaan teknologi AI yang semakin canggih.


Seruan serupa juga mendapat dukungan dari Elon Musk, yang memimpin xAI, serta CEO OpenAI Sam Altman. Perkembangan tersebut kemudian ikut memengaruhi sentimen investor terhadap saham perusahaan teknologi dan semikonduktor di Asia.


Saham SoftBank Turun hingga 13,2 Persen

Tekanan paling besar terlihat pada saham SoftBank di Jepang. Pada awal perdagangan, saham perusahaan tersebut tercatat merosot hingga 13,2 persen.


SoftBank menjadi perhatian investor karena merupakan salah satu investor di OpenAI. Selain SoftBank, sejumlah perusahaan yang berada dalam rantai industri semikonduktor juga mengalami penurunan.


Saham produsen cip memori Kioxia turun sekitar 9,8 persen, sedangkan saham Tokyo Electron, perusahaan pemasok peralatan produksi cip, melemah 3,7 persen.


Saham Produsen Chip di Asia Ikut Melemah

Tekanan tidak hanya terjadi di Jepang. Saham perusahaan semikonduktor di sejumlah pasar Asia lainnya juga mengalami penurunan.


Di Taiwan, saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) tercatat turun 1,2 persen.


Sementara itu, di Korea Selatan, saham SK Hynix melemah 5,3 persen dan saham Samsung Electronics turun 3,7 persen pada awal perdagangan.


Pergerakan tersebut menunjukkan investor mulai lebih berhati-hati terhadap saham yang selama ini mendapatkan sentimen positif dari perkembangan pesat industri AI.


Seruan Perlambatan Pengembangan AI Pengaruhi Pasar

Ekonom senior Sony Financial Group, Takayuki Miyajima, menilai komentar sejumlah pimpinan perusahaan AI mengenai perlunya memperlambat pengembangan teknologi dapat meningkatkan tekanan jual pada saham terkait AI dan semikonduktor.


Menurut Miyajima, sentimen negatif tersebut muncul setelah sejumlah pernyataan mengenai perkembangan AI disampaikan pada akhir pekan.


Selain isu teknologi, kondisi geopolitik juga menjadi salah satu faktor yang membebani sentimen pasar. Ketidakpastian di kawasan Timur Tengah turut menjadi perhatian investor.


Sam Altman Bicara soal IPO OpenAI

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan AI, Sam Altman juga menyampaikan bahwa OpenAI tidak akan melanjutkan rencana penawaran umum perdana atau IPO pada 2026.


Pernyataan tersebut menambah perhatian pasar terhadap prospek perusahaan AI dan perkembangan industri kecerdasan buatan secara keseluruhan.


Daftar Saham yang Mengalami Penurunan

Berikut beberapa saham terkait AI dan semikonduktor yang mengalami pelemahan pada awal perdagangan Asia:

SoftBank: turun hingga 13,2 persen

Kioxia: turun 9,8 persen

Tokyo Electron: turun 3,7 persen

TSMC: turun 1,2 persen

SK Hynix: turun 5,3 persen

Samsung Electronics: turun 3,7 persen


Pergerakan saham tersebut terjadi ketika investor mencermati kembali prospek industri AI, terutama setelah muncul seruan dari sejumlah tokoh teknologi agar pengembangan model AI dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keamanan.(katadata)

×
Berita Terbaru Update