| Ilustrasi aktivitas pasar (foto: katadata) |
Jakarta (KliikNews.com) — Pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk
mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pangan ketika memasuki musim
paceklik. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan
sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan
pemerintah telah menyiapkan empat strategi sebagai respons terhadap
meningkatnya keluhan masyarakat terkait harga dan akses terhadap bahan pangan,
khususnya beras.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah mempercepat
penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah juga
memastikan program tersebut tidak hanya berlangsung sampai September 2026.
Tiga kebijakan lainnya mencakup penyaluran 1 juta ton beras
Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar, penyediaan 150 ribu ton
jagung SPHP bagi kebutuhan peternak usaha mikro dan kecil, serta pelelangan
sekitar 380 ribu ton beras untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri tepung
beras.
Untuk menjaga stabilitas harga hingga akhir tahun, pemerintah
juga telah menyetujui tambahan alokasi bantuan pangan berupa 1 juta ton beras
untuk periode Oktober hingga Desember 2026.
Dalam penyaluran bantuan di Desa Gogorante, Kabupaten
Kediri, Jawa Timur, sebanyak 400 penerima bantuan pangan memperoleh total 12.000
kilogram beras. Setiap penerima mendapatkan jatah 10 kilogram beras per bulan
untuk periode Juli-September yang kemudian disalurkan sekaligus sebanyak 30
kilogram.
Data Perum Bulog per 10 September 2026 menunjukkan bahwa
penyaluran bantuan pangan nasional untuk periode tersebut telah mencapai
sekitar 49,86 persen dari total alokasi 1 juta ton beras. Program itu ditujukan
kepada sekitar 33,2 juta penerima manfaat.
Pemerintah berharap kombinasi kebijakan tersebut dapat mengurangi tekanan terhadap harga pangan selama musim paceklik. Selain menjaga pasokan, kebijakan ini diharapkan mampu memastikan masyarakat tetap memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau hingga penghujung 2026. (detik)