![]() |
| Relawan saat menyalurkan bantuan kepada sejumlah warga di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan (foto: detikkompasnews.com) |
MEDAN, KLIIKNEWS.COM — Banjir yang merendam sejumlah kawasan di Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, mulai menunjukkan penurunan pada Minggu (13/9/2026), setelah hujan tidak lagi turun selama sekitar dua hari. Meski demikian, beberapa titik masih dilanda genangan cukup tinggi, termasuk wilayah Kelurahan Sei Mati.
Di kawasan tersebut, persoalan genangan belum sepenuhnya teratasi. Kondisi aliran air yang kurang lancar menyebabkan sebagian permukiman warga masih dikelilingi air dan aktivitas masyarakat belum kembali normal.
Melihat kondisi tersebut, sejumlah relawan bergerak mendatangi permukiman warga untuk memberikan bantuan berupa makanan siap santap. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung kepada warga yang terdampak banjir di Lingkungan 14, 15, 16 dan 17 Kelurahan Sei Mati.
Kawasan Sei Mati selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang cukup sering mengalami banjir. Ketika genangan masih memenuhi sejumlah jalan dan halaman rumah, para relawan tetap mendatangi masyarakat untuk memastikan bantuan dapat diterima oleh warga yang membutuhkan.
Bantuan makanan tersebut diberikan tanpa membedakan latar belakang suku, agama maupun ras. Bagi masyarakat yang masih terdampak banjir, makanan siap konsumsi menjadi bantuan penting karena aktivitas memasak dan kegiatan sehari-hari masih terganggu oleh kondisi genangan.
Sei Mati Masih Menghadapi Persoalan Banjir
Banjir di Sei Mati bukan merupakan kejadian yang baru. Kondisi geografis kawasan yang relatif rendah membuat wilayah ini rentan mengalami genangan, terutama ketika curah hujan tinggi.
Selain faktor hujan dan kondisi drainase, bertambahnya debit air dari kawasan permukiman di sekitar Sei Mati juga turut memengaruhi kondisi banjir.
Genangan bahkan tidak hanya terjadi di badan jalan, tetapi telah mencapai area rumah warga. Situasi tersebut memaksa sebagian masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari dalam kondisi lingkungan yang masih tergenang.
Karena banjir berulang kali terjadi selama bertahun-tahun, masyarakat berharap persoalan tersebut tidak hanya ditangani ketika banjir datang. Mereka menginginkan adanya langkah permanen dan berkelanjutan untuk mengatasi penyebab utama banjir.
Relawan Berikan Bantuan Langsung
Kehadiran para relawan di tengah kondisi tersebut menjadi bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Selain memberikan makanan, relawan juga datang secara langsung untuk melihat kondisi warga dan berinteraksi dengan masyarakat. Bantuan diserahkan dari rumah ke rumah kepada warga yang terdampak.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan sedikit keringanan bagi masyarakat yang masih menghadapi dampak banjir. Kehadiran relawan juga menjadi bentuk pesan kemanusiaan bahwa warga yang mengalami musibah tidak menghadapi persoalan tersebut seorang diri.
Warga Harapkan Penanganan Banjir Secara Menyeluruh
Masyarakat Kelurahan Sei Mati berharap Pemerintah Kota Medan bersama instansi terkait memberikan perhatian lebih serius terhadap persoalan banjir yang terus berulang.
Warga menilai bantuan ketika bencana terjadi memang penting, tetapi penyelesaian jangka panjang juga sangat diperlukan. Pembenahan drainase, peningkatan kapasitas saluran air serta pengaturan aliran air dari kawasan sekitar menjadi sejumlah hal yang diharapkan mendapat perhatian.
Warga di Lingkungan 14, 15, 16 dan 17 berharap persoalan banjir dapat ditangani secara menyeluruh agar mereka tidak terus menghadapi persoalan yang sama setiap kali hujan deras turun.
Meskipun air mulai berangsur surut setelah hujan berhenti selama dua hari, persoalan sistem aliran air di kawasan tersebut masih menjadi pekerjaan yang membutuhkan penanganan serius.
Bagi masyarakat, banjir bukan hanya persoalan genangan. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas sehari-hari, kesehatan, kegiatan ekonomi dan kenyamanan warga.
Di tengah situasi tersebut, bantuan dan kepedulian dari berbagai pihak menjadi sangat berarti bagi masyarakat yang masih bertahan menghadapi dampak banjir. (ril)
