Samosir, (Kliiknews.com) — Beragam pakaian bermotif ulos menghiasi barisan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Samosir pada peringatan Hari Ulos Nasional yang digabungkan dengan Hari Kesadaran Nasional di Halaman Kantor Bupati Samosir, Selasa (20/10/2026).
Mulai dari pejabat tinggi hingga staf, seluruh jajaran tampil kompak, sebagian bahkan melengkapi penampilannya dengan ulos yang disampirkan di pundak.
Pemandangan ini bukan sekadar perbedaan busana, melainkan simbol kebanggaan terhadap warisan budaya Batak sekaligus upaya nyata menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah di tengah kehidupan modern.
Sebagai salah satu daerah pewaris Ulos Batak Toba, Pemkab Samosir rutin menggelar peringatan ini sejak ditetapkannya Ulos sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 17 Oktober 2014.
Asisten I Tunggul Sinaga, selaku pembina upacara, menegaskan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama. “Ulos bukan sekadar kain, melainkan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.
Mari kita lestarikan dan wariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya yang juga menyampaikan pesan pengabdian di masa purna baktinya, mengajak seluruh ASN meningkatkan kualitas pelayanan dan kekompakan demi mewujudkan Samosir sebagai Kabupaten Idola dalam 2–3 tahun ke depan. Kemajuan daerah, katanya, tidak harus meninggalkan akar budaya.(InS/79)
