![]() |
| Wali Kota Magelang Damar Prasetyono bersama Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih. |
Melalui kesempatan ini, Irdian mengungkapkan bahwa kunjungan ini sebagai upaya mempelajari strategi pengembangan rumah sakit dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Menurut Irdian, kedua daerah memiliki sejumlah kesamaan, baik secara geografis maupun dalam visi pengembangan sebagai kota jasa dan perdagangan.
Kesamaan itu menjadi salah satu alasan pihaknya memilih Kota Magelang sebagai tempat belajar, terutama dalam pengelolaan rumah sakit daerah.
"Kami berkali-kali rapat, ayo kita studi tiru dengan RSUD Tidar. Alhamdulillah, hari ini kita bisa datang kemari untuk studi tiru," ujar Irdian yang hadir bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Erwin Suheri Damanik, Direktur RSUD Kumpulan Pane Lili Marliana dan Dewan Pengawas RSUD Sara Bintang Saragih.
Irdian berharap, kunjungan ini memberikan pembelajaran untuk membenahi pengelolaan RSUD Kumpulan Pane Tebingtinggi, termasuk mengatasi persoalan keuangan, meningkatkan kepercayaan pasien, dan memperbaiki mutu pelayanan.
Wali Kota Tebingtinggi juga mengapresiasi penataan Kota Magelang, yang dinilai rapi dan nyaman.
Sementara, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyampaikan, RSUD Tidar merupakan salah satu rumah sakit terbesar di kawasan Kedu Raya yang melayani pasien dari Kota Magelang dan daerah sekitarnya, meliputi Kabupaten Magelang, Temanggung, Purworejo, Wonosobo, hingga Kebumen.
"Dengan jumlah pasien poliklinik yang mendekati 1.000 orang per hari, RSUD Tidar terus memperkuat kapasitas dan kualitas pelayanannya," ujar Damar yang hadir bersama Wakil Wali Kota Magelang Sri Harso dan Pj Sekda Kota Magelang Indah Dwi Antarari.
Damar menjelaskan saat ini RSUD Tidar memiliki 416 tempat tidur dan menargetkan peningkatan kapasitas menjadi sekitar 500 tempat tidur.
Pengembangan fasilitas juga direncanakan mencakup instalasi gawat darurat (IGD), bedah sentral, unit perawatan intensif (ICU), serta layanan hemodialisis.
Masih disampaikan Damar, Pemerintah Kota Magelang juga berencana memperluas layanan spesialistik, terutama onkologi dan trauma center, agar semakin banyak pasien dapat memperoleh penanganan di daerah tanpa harus dirujuk ke Yogyakarta atau Semarang.
Selain memperkuat layanan rumah sakit, dia menjelaskan, Pemerintah Kota Magelang berupaya memperluas akses kesehatan melalui pelayanan puskesmas hingga pukul 20.00 WIB.
Kebijakan ini, tambah Damar, ditujukan untuk memudahkan warga yang memiliki keterbatasan waktu pada pagi atau siang hari.
Pengembangan RSUD Tidar tidak hanya berfokus pada peningkatan fasilitas medis, tetapi juga menjadi bagian dari strategi Kota Magelang sebagai kota jasa dan perdagangan.
"Salah satu potensi yang dikembangkan ialah hospital tourism, yakni layanan kesehatan yang dapat menarik kunjungan masyarakat dari luar daerah, termasuk layanan VIP di lantai 6 RSUD Tidar," katanya.
Selama kunjungan, Wali Kota Tebingtinggi beserta jajaran berencana meninjau sejumlah lokasi untuk mempelajari praktik pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kota Magelang. (Red)
