Samosir, (kliiknews.com) — Modernisasi pertanian di Kabupaten Samosir melangkah maju dengan penerapan teknologi tanam padi PM-AAS di Desa Sinaga Uruk Pandiangan, Jumat (21/08/2026).
Teknik ini mengubah pola tanam konvensional menjadi jauh lebih presisi: populasi rumpun melonjak dari 250–300 ribu menjadi 800 ribu hingga 1,2 juta rumpun per hektare, dengan potensi panen mencapai 10 ton per hektare.
Perwakilan Kementerian Pertanian, Mulyono, menegaskan inovasi ini bukan sekadar soal angka — melainkan kunci swasembada pangan. Target penerapan di Sumut mencapai 37 ribu hektare tahun ini, yang menuntut kolaborasi erat pemerintah, penyuluh, TNI-Polri, dan kelompok tani.
Lebih dari itu, Samosir dinilai memiliki keunggulan unik: pertanian modern dan pariwisata bisa berjalan beriringan. Konsep agrowisata diharapkan menjadi daya tarik baru, di mana wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan Danau Toba, tetapi juga belajar langsung tentang pertanian maju.
Dengan pengembangan 148 hektare tahap awal, program ini diharapkan meningkatkan produktivitas, menekan biaya tani, dan mengangkat kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar pertanian tidak tertinggal di tengah pesatnya pembangunan pariwisata Samosir. (InS/79)
