Notification

×

Iklan

Hasyim SE Sumpah Pemuda 2026

Nusron Wahid Ungkap Pengunduran Diri dari Golkar Sudah Dibahas dengan Bahlil

Senin, 21 September 2026 | 22:30 WIB Last Updated 2026-09-23T11:10:51Z

Nusron Wahid (foto: beritasatu.com)

Jakarta (Kliiknews.com) - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid buka suara mengenai pengunduran dirinya dari kepengurusan DPP Partai Golkar. Nusron menyebut keputusan tersebut telah dibicarakan bersama Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia sejak tahun lalu.


Nusron menyampaikan hal tersebut saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2026). Ia mengatakan pembahasan mengenai posisinya di kepengurusan Partai Golkar telah berlangsung cukup lama.


Namun, Nusron tidak menjelaskan secara terbuka alasan detail di balik keputusannya mundur dari struktur kepengurusan partai. Ia justru meminta wartawan menanyakan persoalan tersebut kepada Bahlil selaku Ketua Umum Partai Golkar.


Nusron Minta Alasan Pengunduran Diri Ditanyakan kepada Bahlil

Nusron mengatakan dirinya telah membicarakan persoalan tersebut dengan Bahlil sejak 2025. Menurut dia, pembahasan mengenai pengunduran diri dari kepengurusan Golkar bukan keputusan yang muncul secara tiba-tiba.


“Kalau soal itu kami sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil dari tahun lalu,” ujar Nusron.


Ia kemudian menyarankan agar penjelasan lebih lengkap mengenai alasan pengunduran dirinya ditanyakan langsung kepada Bahlil.


Nusron tidak memberikan keterangan lebih lanjut ketika kembali ditanya mengenai alasan spesifik pengunduran dirinya. Ia menyebut persoalan tersebut merupakan bagian dari ranah pribadi.


Nusron Tetap Menjadi Kader Golkar

Sekretaris Jenderal Partai Golkar M Sarmuji sebelumnya membenarkan bahwa Nusron telah mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar.


Sarmuji menyebut pengunduran diri tersebut telah disampaikan Nusron secara langsung kepada Bahlil lebih dari enam bulan lalu. Meski tidak lagi menjadi bagian dari struktur kepengurusan, Nusron disebut masih berstatus sebagai kader Partai Golkar.


Dalam kepengurusan DPP Partai Golkar periode 2024–2029, Nusron sebelumnya menjabat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian.


Sarmuji mengatakan dirinya tidak mengetahui secara pasti alasan Nusron meninggalkan struktur kepengurusan. Ia hanya menyebut kemungkinan Nusron ingin berkonsentrasi pada urusan lain.


Pengunduran Diri Terjadi Sebelum Kasus KPK Mencuat

Kabar pengunduran diri Nusron dari kepengurusan Golkar muncul di tengah proses hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap di lingkungan Kementerian ATR/BPN.


Namun, berdasarkan keterangan pengurus Golkar, pengunduran diri tersebut telah diajukan lebih dari enam bulan sebelumnya. Dengan demikian, waktu pengunduran diri yang disampaikan pengurus partai terjadi sebelum perkara tersebut mencuat pada September 2026.


Nusron sendiri mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan penanganan perkara tersebut kepada KPK.


Hingga kini, Nusron belum memberikan penjelasan publik mengenai alasan spesifik dirinya meninggalkan struktur kepengurusan DPP Partai Golkar. Ia tetap tercatat sebagai kader Partai Golkar.

×
Berita Terbaru Update