Samosir, (kliiknews.com) — Pemerintah Kabupaten Samosir berkomitmen mengembangkan pariwisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan Danau Toba dan budaya Batak, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat luas, Jumat (16/10/2026).
Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Pemkab Samosir menggelar Forum Investasi bertema "Penguatan Sinergi Investasi, CSR, dan Ekonomi Lokal untuk Pariwisata Berkelanjutan" .
Forum dibuka langsung oleh Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk. Ia menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi adalah kunci kesejahteraan masyarakat, sehingga iklim investasi yang kondusif terus dibangun.
Hingga 2025, realisasi investasi di Samosir telah mencapai Rp1,771 triliun, membuktikan kawasan ini semakin diminati investor. Untuk memberikan kepastian, Pemkab Samosir telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2026 yang memberikan insentif berupa pengurangan pajak dan retribusi daerah, serta kemudahan perizinan bagi pelaku usaha.
Namun, kemudahan berinvestasi berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial perusahaan. Ariston menegaskan bahwa CSR bukan sekadar kewajiban, melainkan instrumen kolaborasi yang harus selaras dengan program prioritas daerah agar tepat sasaran.
Investor juga diharapkan bermitra dengan pelaku UMKM lokal, sehingga produk masyarakat ikut tumbuh di tengah geliat pariwisata. Pemerintah pun mendukung pelaku usaha lokal melalui program subsidi bunga nol persen.
Kepala DPMPTSP Samosir Pilippi Simarmata menjelaskan forum ini menjadi ruang dialog untuk memecahkan kendala perizinan sekaligus menyatukan pemahaman bahwa pembangunan pariwisata berkelanjutan memerlukan kerja sama dari pemerintah, investor, pelaku usaha, dan masyarakat.
Pilippi menegaskan: investasi tidak berhenti pada angka pertumbuhan ekonomi, tetapi harus memperkuat ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat. (InS/79)
