Samosir, (kliiknews.com) — Ketika alunan tagading berkumandang di Water Front City Pangururan, Jurgis Cabulis, juri asal Latvia, mengaku merinding. Itulah kesan pertamanya menginjakkan kaki di Pulau Samosir, tuan rumah Samosir International Choir Competition (SICC) 2026.
"Budaya di sini hidup, bukan hanya tersimpan di museum. Saya bisa merasakannya dari cara warga menyambut kami dengan ulos," ujarnya.
Penyematan ulos oleh Sekdakab Samosir menjadi momen tak terlupakan bagi para juri dari Singapura, Malaysia, Filipina, dan Latvia, Sabtu (26/09/2026)
Lebih dari sekadar lomba, para peserta dari berbagai daerah dan mancanegara disuguhi penampilan air menari ikonik Samosir dan keindahan kaldera Danau Toba. Sejumlah peserta bahkan menyempatkan diri berkeliling desa dan mencicipi kuliner lokal sebelum tampil di Hotel Marianna.
Kompetisi yang diikuti 33 kelompok dengan 58 penampilan serta 70 vokal solo ini berlangsung 24–27 September. Bagi banyak peserta, menang atau kalah bukan satu-satunya tujuan. "Di sini kami bertukar budaya lewat suara. Itu kemenangan tersendiri," kata seorang peserta. (InS/79)
